Komunitas lari pun tumbuh subur kayak jamur di musim hujan (eh bener gak?). Tersebar di setiap kota di penjuru tanah air. Ada komunitas yang udah besar dan punya cabang di tiap kota kayak Indorunner, ada juga yang based on area tempat tinggal, kantor, atau emang murni karena pertemanan.
Soal komunitas lari akan gue ceritain lain kali (mudah-mudahan lagi kumat pengen nulis yaa). Kali ini gue mau cerita soal gears alias perlengkapan pendukung lari, yang kalau dihitung-hitung lumayan juga harganya (SIAPA BILANG LARI OLAH RAGA MURAH YAAA? SALAAAH BANGEET, HIHI)
Berikut ini beberapa gears penunjang gaya para runner yang masuk radar gue:
1. Sepatu lari
Sepatu lari ini adalah investasi yang wajib dikeluarkan para runner. Ya iyalah, masa mau lari nyeker (ada siih yang biasa lari nyeker, tapi takut ketusuk beling kalau gue). Untuk lari yang enak dan menghindari cidera, sebaiknya kita memilih sepatu lari yang bener dan sesuai dengan jenis kaki kita. Dari beberapa artikel yang gue baca, yang sering dipakai untuk memilih sepatu lari adalah pronation atau arah kaki kita menapak saat kita berlari. Ada 3 macam pronation:
- Over Pronation
Disebut over pronation kalau pas lari, lebih banyak kaki bagian dalam yang menapak ke permukaan tanah/jalan/ track.
- Under Pronation / Suspinate
Kebalikan dari over pronation, under pronation atau suspinate ini lebih banyak kaki bagian luar yang menapak ke permukaan saat lari.
- Neutral / Normal Pronation
Sebagian besar orang banyak yang masuk kategori neutral atau normal pronation ini. Gue contohnya. Jadi kalau napak, kakinya ya gak terlalu keluar atau kedalam. Tengah-tengah aja.
![]() |
| Satu dari dua pasang sepatu lari gue (iyaa baru 2 aja kok sepatu lari gue yang bener ) |
2. Sport watch/ jam lari
3. Earphone
Earphone dipakai untuk dengerin musik saat lari. Sebenarnya dengerin musik saat lari itu juga ada pro-kontranya, terutama buat solo runner dan lari di jalan raya, karena kita jadi gak aware kalau ada mobil atau motor yang nyelonong atau ada anjing yang tiba-tiba mau ikutan lari di belakang kita. Dan dari beberapa artikel yang gue baca, lari tanpa musik itu bisa bikin kita lebih fokus dan mengenal tubuh kita sendiri. Tapi setiap orang itu beda kan? Gue pas awal-awal lari selalu pake iPod kalau lari. Tapi begitu agak serius dan mulai ikut coaching mulai nyoba lari tanpa musik. Tapi terakhir-terakhir ini, mulai terasa bosan terutama kalau lagi jogging sendiri keliling kompleks doang kalau tanpa musik. Akhirnya nyoba lagi pake musik deh sekarang.
Tips untuk yang biasa lari pake musik:
- Volume jangan terlalu kencang sampai gak bisa dengar suara lain di sekitar kita. Kita lah yang harus bertanggung jawab atas keselamatan diri kita sendiri.
- Biasain lari lawan arah kalau lagi lari di jalan raya. Itu lebih safe karena kita bisa mobil dan motor yang ada di depan kita.
- Kalau bisa pake earphone yang pake bluetooth, pertama gak ribet karena gak pake kabel, yang kedua biar gak terlalu mengundang orang-orang jahat yang suka ngincer smartphone yang dipake para runner/goweser.
Fungsinya untuk nyimpen handphone, uang secukupnya, kunci mobil/motor dan id card terutama kalau kita lagi lari dengan jarak cukup jauh dari rumah. Beberapa tas pinggang juga dilengkapi tempat untuk nyimpan botol minumnya. Kalau gue biasanya bawa satu botol minum kecil aja di fuel belt kalau lari. Bukan apa-apa, beraaat kalau lari bawaannya kebanyakan.
Tips untuk yang biasa lari pake musik:
- Volume jangan terlalu kencang sampai gak bisa dengar suara lain di sekitar kita. Kita lah yang harus bertanggung jawab atas keselamatan diri kita sendiri.
- Biasain lari lawan arah kalau lagi lari di jalan raya. Itu lebih safe karena kita bisa mobil dan motor yang ada di depan kita.
- Kalau bisa pake earphone yang pake bluetooth, pertama gak ribet karena gak pake kabel, yang kedua biar gak terlalu mengundang orang-orang jahat yang suka ngincer smartphone yang dipake para runner/goweser.
4. Fuel belt/ tas pinggang
Fungsinya untuk nyimpen handphone, uang secukupnya, kunci mobil/motor dan id card terutama kalau kita lagi lari dengan jarak cukup jauh dari rumah. Beberapa tas pinggang juga dilengkapi tempat untuk nyimpan botol minumnya. Kalau gue biasanya bawa satu botol minum kecil aja di fuel belt kalau lari. Bukan apa-apa, beraaat kalau lari bawaannya kebanyakan.
Nah itu beberapa gears yang masuk radar gue. Ini belum termasuk apparel yang kalau mau diikutin juga gak ada habisnya, hahaha. Gears untuk nambah gaya saat lari sih buat gue sah-sah aja, selama gears itu nambah semangat kita untuk tetap berlari. Yang penting jangan sampai Gears nya garang, larinya jarang…
Happy Running….



Tidak ada komentar:
Posting Komentar